INTERNASIONAL

Tinggalkan Bali, Fasilitas Raja Salman Tetap Ekslusif

BADUNG – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akhirnya mengakhiri liburannya di Bali. Minggu (12/3), raja berjuluk Pelayan Dua Kota Suci Islam itu menginggalkan Bandar Ngurah Rai, Bali pukul 11.13 waktu Indonesia tengah (WITA).

Seperti kedatangannya, pengawalan dan pelayanan Raja salman tetap eksklusif. Sekitar pukul 10.50, iring-iringan mobil yang membawa Raja Salman tiba di Base Ops Bravo 27 Pangkalan TNI AU Ngurah Rai. Rombongan itu masuk melalui pintu akses darurat.

Keberangkatan Raja Salman dilepas secara resmi oleh perwakilan pemerintah RI di apron Base Ops Bravi 20 Lanud Ngurah Rai. Ada Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Petrus Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko yang melepas Raja Salman.

Sebagaimana informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Bali, Raja Salman menaiki pesawat melalui sisi kiri menggunakan eskalator khusus. Raja ketujuh dalam Wangsa al-Saud itu lantas bertolak menuju Jepang menggunakan pesawat Saudi Arabia HZ-HM1 yang membawa 76 rombongan dan 32 kru.

Ada 15 pangeran yang menyertai Raja Salman menuju Jepang. Antara pain Talal bin Saud, Saud bin Salman al-Saud, Faisal bin Khalid al-Saud, Abdullah bin Bandar al-Saud, Mohammed bin Abdulrahman al-Saud, Ahmad bin Fahad al-Saud, Mohammad bin Fahad al-Saud, Mansour bin Muqrin al-Saud, Mansour bin Saud al-Saud, Naif bin Salman al-Saud, Rakan bin Salman al-Saud, Sattam bin Saud, Khaled bin Bandar, Khalid bin Fahad.

Selain itu ada pula pejabat Kerajaan Arab Saudi lainnya. Yakni Tamim bin Abdulaziz al-Salem (sekretaris pribadi Raja Salman), Khalid Saleh, Agla Ali, Fahad Abdullah Alaskar dan Ibrahim Abdulaziz Alassaf.

Gubernur Made Mangku Pastika yang ditemui usai melepas keberangkatan Raja Salman menyebut raja dari kerajaan kaya minyak itu memiliki kesan positif tentang Indonesia maupun Bali. Jika Raja Salman memiliki keluhan selama liburan di Bali, Pastika mengharapkan persoalan itu disampaikan ke Duta Besar RI di Arab Saudi.

“Karena pastilah dari 1.500 orang itu barangkali ada hal-hal yang kurang berkenan. Jadi kita ingin semuanya baik tapi pasti ada kesalahan ya ini harus diperbaiki ke depan,” ujarnya.

Meski demikian mantan petinggi Polri itu meyakini Raja Salman dan rombongan merasa puas selama liburan di Bali. Hal itu ditunjukkan dengan perpanjangan masa liburan Raja Salman yang mestinya berakhir pada 9 Maret, namun ditambah hingga 12 Maret.

“Rupanya Beliau puas dengan Bali. Tadi juga dari prince-nya (pangeran, red) disampaikan,” tutur Pastika.

Dia mengharapkan Raja Salman ataupun keluarganya bisa kembali lagi ke Bali. “Siapa sajalah dari Timur Tengah. Bagus kan untuk pariwisata, belanjanya banyak-banyak lumayanlah untuk ekonomi Bali,” ucap Pastika.(fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top