KILAS DAERAH

Terjaring Razia, Pelajar Karanganyar Wajib “Sungkem” ke Orangtua

KILASJATENG.COM, KARANGANYAR – Operasi Simpatik Candi 2017 resmi digelar pada 1 maret 2017 lalu. Ada hal unik dari kegiatan ini salah satunya adalah yang dilakukan oleh jajaran Polres Karanganyar yang mengadakan razia di depan Gedung Wanita Karanganyar pada hari Rabu (01/03/2017).

Seperti dilansir akun resmi instagram Satlantas Polres Karanganyar @satlantaspolreskaranganyar, Kegiatan dihari pertama Operasi Simpatik Candi 2017 ini Polres Karanganayar berhasil menjaring 69 pelajar yang tidak dilengkapi dengan surat surat atau kelengkapan kendaraan.

Ke 68 pelajar yang terjaring razia di kumpulkan di ruang pertemuan Satpas SIM Sat Lantas Polres Karanganyar dan diberi tausiyah oleh Ustadz Ipda Haji Rohmat dan beberapa personil Polres Karanganyar. Setelah kegiatan tausiyah pihak Polres Karanganyar mengundang para guru dan orang tua pelajar yang terjaring operasi tersebut.

Saat dipertemukan dengan anaknya, para orang tua merasa kecewa dan sedih atas perilaku anaknya masing-masing. Beberapa dari orang tua tidak mengetahui kalau anak-anaknya membawa sepeda motor.

Di sisi lain, para orangtua pun sangat berterimakasih kepada Polri, khususnya Polres Karanganyar yang sudah menggelar Operasi Simpatik Candi 2017 ini. Para guru juga mengucapkan hal yang sama dalam hal pembinaan kepada para remaja yang masih duduk di bangku sekolah memang butuh pembinaan seperti ini.

Tangis dan haru mewarnai acara “sungkem” kepada orangtua masing-masing dibarengi sang anak tersebut berjanji untuk tidak akan mengulangi perbuatannya yang dituangkan dalam surat pernyataan dan disaksikan langsung oleh petugas Polres Karanganyar.

Tradisi Sungkem adalah tradisi Jawa dimana sungkem dilakukan oleh anak kehadapan orangtua serta keluarga yang lebih tua yang menunjukkan tanda bakti dan rasa terimakasih atas bimbingan dari orang tua.

Ide kegiatan ini sebenarnya berawal dari keprihatinan Polres Karanganyar karena banyaknya kecelakaan yang melibatkan pelajar sehingga perlu langkah-langkah preemtif dan preventif. Kegiatan ini mengedepankan fungsi pembinaan, dalam upaya meningkatkan kedisiplinan para pelajar, agar terhindar dari kecelakaan yang melibatkan pelajar serta mengurangi pelanggaran berlalu-lintas dan menjadi pelopor keselamatan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top