KILAS PANTURA

Satpol PP Tegal: Kalau Tidak Hujan, PSK-nya Lebih Banyak

TEGAL – Petugas gabungan Satpol PP dan Dinsos Kabupaten Tegal melakukan pendataan terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK) di tempat Lokalisasi Peleman, Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Pendataan itu menyusul rencana penutupan lokalisasi pada pertengahan tahun 2017 ini. “Kami hanya melakukan pendataan dan sosialisasi saja,” kata Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Zaenal Arifin.

Dalam pendataan itu, Zaenal mengerahkan puluhan personel untuk mengantisipasi terjadinya bentrok. Tapi beruntung, penghuni lokalisasi tidak ada yang menentang.

Mereka justru menyambut baik kedatangannya. Namun, ada beberapa PSK yang kabur lantaran takut dirazia.

“Disangkanya kami akan razia, padahal kami cuma pendataan saja,” ujarnya.

Setelah tahu akan didata, PSK yang kabur kembali lagi. Mereka kemudian menyodorkan kartu identitas masing-masing. Hasil dari pendataan, jumlah PSK pada malam itu hanya 112 orang.

Menurut Zaenal, jumlah itu belum maksimal karena terbentur dengan cuaca yang hujan. “Kalau tidak hujan, mungkin jumlah PSKnya lebih banyak,” ungkapnya.

Zaenal mengemukakan, PSK yang kerap mangkal di Peleman tidak semuanya tinggal di wisma milik mucikari. Beberapa PSK juga ada yang menyewa kamar atau kos di luar lokalisasi tersebut. Terbukti, saat dia mendata, ada PSK yang mengaku kos di sekitar GOR Wisanggeni Kota Tegal.

“Mereka ada yang ngekos di Tegal. Ada juga di sekitar Desa Maribaya,” ucapnya.

Di sela-sela pendataan, Zaenal kerap menyampaikan kepada para penghuni bahwa Lokalisasi Peleman akan ditutup tahun ini. Anggaran penutupan sudah disediakan dari Pemkab Tegal dan Kementerian Sosial. Jumlahnya, sekitar Rp 3 miliar.

“Nantinya, anggaran itu akan diberikan kepada PSK. Rencananya, setiap PSK akan menerima sekitar Rp 4,8 juta,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Kabupten Tegal Eko Djati mengungkapkan, lokalisasi yang akan ditutup tahun ini yakni Peleman di Desa Sidoharjo, Kecamatan Suradadi, dan tiga lainnya di Kecamatan Kramat. Yaitu, Wandan di Desa Munjunggagung, Gang Sempit dan Turunan di Desa Maribaya.

Adapun, jumlah PSK dari empat lokalisasi itu sebanyak 536 orang. Jumlah itu, menurut Eko, fluktuatif. Sebab, mereka selalu berpindah-pindah karena bukan merupakan warga Kabupaten Tegal. (fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top