KILAS DAERAH

Mentan ‘Turun Gunung’ Pantau Harga Gabah di Jawa Tengah

PURWOREJO –Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, melanjutkan misi Serap Gabah (Sergab) kewilayah Jawa Tengah setelah empat hari berkeliling Jawa timur untuk memastikan harga gabah terkendali di masa panen bulan ini.

Mengawali kunjungannya di jawa Tengah, lokasi yang dituju Amran adalah Kabupaten Purworejo. Di sini, Amran mendapati harga gabah Rp 3.000 -Rp 3.200 masih di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang dipatok Rp 3.700 per kilogram.

“Saya sedih mendengar harga Rp 3.200, saya harap tiga hari kemudian tidak ada lagi harga Rp 3.200, semua harus menjadi Rp 3.700. Bulog dan Babinsa harus bersama-sama mengawal ini, memastikan gabah yang dibeli dari petani minimal sesuai HPP,” ujar Amran pasca mengikuti panen raya di Desa Megulung Kulon, Kecamatan Pituluh, Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (9/3/2017).

Amran melanjutkan, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, seluruh gabah hasil panen petani harus diserap oleh Bulog sesuai dengan harga HPP dengan kadar air 25%. Sebagai orang yang ditunjuk langsung memimpin tim penyerapan gabah, Amran langsung turun ke lapangan memberikan solusi kepada petani dan memastikan gabah terbeli.

‪”Saat ini perhatian Presiden kepada petani luar biasa. Begitu mendengar harga turun langsung perintahkan kami turun langsung ke lapangan melihat kondisi dan memberikan solusi kepada petani. Bulog juga turut ikut untuk membeli langsung gabah petani yang harganya di bawah HPP,” ujarnya.

Seperti yang terjadi saat menghadiri panen raya di Purworejo, Saat itu Amran mendapatkan informasi langsung dari petani, penyuluh pertanian, dan Babinsa, harga jual gabah masih banyak di bawah HPP, ‪Amran langsung menginstruksikan kepada Kasubdivre Bulog bersinergi dengan Kepala Desa, Camat, Babinsa, dan PPL, serta Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) bergerak bersama membantu menyerap gabah petani dengan harga sesuai HPP.

“Semua harus bersinergi. Tolong para pemuda tani, camat, Babinsa membantu Bulog mendapatkan gabah petani. Kita banjiri dulu gudang Bulog, target tiga bulan gudang Bulog harus sudah terisi penuh dengan harga yang tidak merugikan petani,” tegasnya ‪ ‬ ‪

Dalam kesempatan ini, Amran juga memberikan bantuan tambahan berupa hand tractor, traktor roda 4, rice transplanter dan combine harvester kepada kelompok petani di Desa Menggulung kulon. Khusus untuk combine garvester, Amran mendelegasikan tugas kepada Gempita untuk mengoperasionalkan bantuan alat pertanian tersebut agar mereka dapat belajar berwirausaha secara mandiri.‬

“Kami anggarkan khusus untuk para pemuda ini triliunan, agar mereka dapat hidup mandiri dan tidak perlu datang ke kota untuk menjadi tukang batu atau menjadi pengangguran, yang kalau gagal ujung-ujungnya menjadi begal,” tutup Amran. (AiyFajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top