KILAS DAERAH

Kebut Ekspor dengan SERGAB

CILACAP — Mimpi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia terus dibangun. Setelah tak lagi mengimpor beras dalam dua tahun terakhir, Indonesia bahkan sudah bersiap ekspor ke sejumlah negara.

Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pihaknya sudah menerima permintaan beras dari negara seperti Sri Langka dan Malaysia. Sebuah prestasi setelah bertahun-tahun menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia.

“Ekspor memang menjadi target. Tetapi kebutuhan dalam negeri tetap menjadi perhatian. Jika bisa mengumpulkan empat juta ton tahun ini, kita tak lagi mengimpor beras hingga 2019,” jelas Amran di sela-sela lawatan ke sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dalam rangkaian panen raya, Kamis, 10 Maret.

Untuk mencapai target 4 juta ton, digelar gerakan massif dalam dua bulan terakhir. Namanya SERGAB atau serap gabah petani. Bulog (Badan Urusan Logistik) diminta membeli gabah sebanyak-banyaknya dari petani. Dana sebesar Rp30 triliun sudah disiapkan.

“Untuk meringankan petani kami menaikkan toleransi kadar air menjadi 26 persen. Harga juga sudah kita tetapkan Rp3700. Harapannya petani lebih memilih menjual gabahnya pada Bulog daripada tengkulak atau spekulan,” lanjut menteri asal Sulawesi Selatan tersebut.

Bulog pun memberi dukungan penuh pada program pemerintah. Menurut Direktur SDM Bulog, Wahyu Triyana, pihaknya bekerja selama 24 jam untuk mengumpulkan gabah petani.

“Sebagai operator kami sangat siap dibantu TNI. Hari Sabtu dan Minggu tetap buka agar petani bisa menjual gabahnya setiap saat. Dengan harga tinggi kami yakin petani akan berlomba-lomba datang ke kami,” sebutnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top